Menu

Mode Gelap
Pengamanan Pangan dalam High Level Meeting TPID Jelang Ramadhan Syukuran 80 Tahun Intelijen Polri, Ditintelkam Polda Lampung Gelar Yasinan dan Santuni Anak Yatim Sambut Tahun 2026, DPD PPNI Pesawaran sekaligus Presidium Cukuh Bandakh Lima Serukan Pesan Damai dan Kesiapsiagaan Polres Tanggamus Intensifkan Patroli Pantai Kota Agung Timur, Antisipasi Premanisme dan Pungli Jelang Tahun Baru 2026 Dewas BPJS Kesehatan Siruaya Utamawan Gandeng Serikat Pekerja Perkuat Dukungan Program JKN Sipropam Polres Tanggamus Test Urine Sejumlah Personil

Hukum & Kriminal

Indonesia Salah Satu Negara Teraman Saat Terjadi Perang Dunia Ke-3, Ini Alasannya

badge-check


					Indonesia Salah Satu Negara Teraman Saat Terjadi Perang Dunia Ke-3, Ini Alasannya Perbesar

KABARUNIEX.COM – Beberapa ahli dan analisis geopolitik menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi menjadi salah satu negara teraman jika terjadi Perang Dunia III. Ada beberapa alasan utama yang mendukung pandangan ini:

  1. Kebijakan Luar Negeri Bebas dan Aktif:

    • Sejak kemerdekaan, Indonesia menganut prinsip politik luar negeri “bebas dan aktif” yang digagas oleh Presiden Soekarno. Prinsip ini menekankan sikap netralitas dan tidak memihak blok kekuatan mana pun.
    • Indonesia menolak untuk terikat dalam aliansi militer yang dapat menyeretnya ke dalam konflik global, dan selalu menyerukan perdamaian dunia. Hal ini membuat Indonesia dipandang sebagai negara netral dan mengurangi risiko menjadi sasaran langsung dalam konflik berskala besar.
    • Indonesia juga aktif dalam diplomasi dan mediasi konflik, serta menjadi bagian dari Gerakan Non-Blok, yang semakin memperkuat posisinya sebagai negara yang tidak ingin terlibat dalam perang.
  2. Keuntungan Geografis:

    • Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia diuntungkan oleh penghalang alami yang menyulitkan kekuatan asing untuk melancarkan invasi militer skala besar.
    • Letaknya yang relatif jauh dari zona konflik utama dunia juga memperkecil kemungkinan Indonesia menjadi sasaran langsung dalam konflik berskala global.
  3. Kekayaan Sumber Daya Alam:

    • Indonesia kaya akan sumber daya alam, termasuk lahan subur dan air tawar yang melimpah. Kemandirian ini sangat penting selama konflik global, memastikan bahwa Indonesia dapat mempertahankan kehidupan penduduknya bahkan ketika rantai pasokan internasional terganggu. Ini juga mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan sumber daya vital lainnya.
  4. Ketahanan Budaya dan Sosial:

    • Indonesia memiliki populasi yang sangat beragam, terdiri dari berbagai kelompok etnis, agama, dan budaya. Meskipun ada tantangan internal, keragaman ini juga menumbuhkan rasa persatuan dan ketahanan yang kuat di antara masyarakat dalam menghadapi krisis.
  5. Fokus Pertahanan Nasional:

    • Militer Indonesia, meskipun kuat di kawasan, lebih difokuskan pada keamanan dalam negeri dan pertahanan wilayah daripada ekspansi agresif. Hal ini mengurangi risiko provokasi yang dapat memicu ketegangan internasional. Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kapasitas pertahanan dan keamanan siber.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa dalam dunia yang saling terhubung, tidak ada negara yang sepenuhnya kebal terhadap dampak perang besar. Gangguan rantai pasokan global, inflasi tinggi, dan penurunan nilai mata uang tetap akan menjadi tantangan signifikan bagi Indonesia jika Perang Dunia III meletus. Namun, faktor-faktor di atas memberikan Indonesia posisi yang relatif lebih aman dibandingkan banyak negara lain.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sipropam Polres Tanggamus Test Urine Sejumlah Personil

26 November 2025 - 18:42 WIB

DPO Pembobol Rumah di Sumberejo Ditangkap Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus

29 Oktober 2025 - 22:42 WIB

Presidium Cukuh Bandakh Lima (CBL) Gelar Rakor Bulanan dan Susun Rencana Kerja 2026, Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Organisasi

27 Oktober 2025 - 14:22 WIB

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Siruaya Utamawan Pimpin Serap Aspirasi JKN di Lampung, 4 Isu Strategis Program JKN Jadi Sorotan

24 Oktober 2025 - 07:02 WIB

Universitas Malahayati Jadi Tuan Rumah PKPB Angkatan ke-20, Muhammad Kadafi Buka Langsung Kegiatan

12 Oktober 2025 - 14:58 WIB

Trending di Daerah