Menu

Mode Gelap
Pengamanan Pangan dalam High Level Meeting TPID Jelang Ramadhan Syukuran 80 Tahun Intelijen Polri, Ditintelkam Polda Lampung Gelar Yasinan dan Santuni Anak Yatim Sambut Tahun 2026, DPD PPNI Pesawaran sekaligus Presidium Cukuh Bandakh Lima Serukan Pesan Damai dan Kesiapsiagaan Polres Tanggamus Intensifkan Patroli Pantai Kota Agung Timur, Antisipasi Premanisme dan Pungli Jelang Tahun Baru 2026 Dewas BPJS Kesehatan Siruaya Utamawan Gandeng Serikat Pekerja Perkuat Dukungan Program JKN Sipropam Polres Tanggamus Test Urine Sejumlah Personil

News

Ketua PW IPNU Lampung Tegas: “LGBT Ancaman Nyata, Pelajar NU Harus Berdiri di Garis Depan Menjaga Moral Bangsa”

badge-check


					Ketua PW IPNU Lampung Tegas: “LGBT Ancaman Nyata, Pelajar NU Harus Berdiri di Garis Depan Menjaga Moral Bangsa” Perbesar

Bandar Lampung, (KABARUNIEX.COM)— Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Lampung yang baru saja dilantik, Dede Muhammad Irfan, langsung mengeluarkan pernyataan keras terkait maraknya fenomena LGBT di kalangan remaja dan pelajar. Ia menilai kondisi ini sudah masuk kategori darurat moral dan tidak bisa lagi dianggap angin lalu.

Dalam konferensi pers usai pelantikan PW IPNU Lampung masa khidmat 2025–2028 yang digelar di Balai Kratun Provinsi Lampung, Ahad (14/7/2025).

Dede dengan lugas menyatakan IPNU akan berada di garis depan untuk memerangi penyimpangan ini melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan karakter.

“Kami melihat penyebaran perilaku LGBT ini sudah memprihatinkan, bahkan mulai dianggap biasa oleh sebagian remaja. Ini bukan hanya soal gaya hidup, tapi ancaman nyata terhadap masa depan moral bangsa. IPNU tidak akan diam,” tegas Dede.

Akan Gencarkan Program Edukasi dan Perlawanan Budaya

PW IPNU Lampung, kata Dede, segera memperkuat dakwah pelajar dan literasi karakter berbasis Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di sekolah, madrasah, pesantren, hingga komunitas pelajar. Bagi IPNU, ini adalah gerakan penyelamatan moral generasi.

“Kami akan turun langsung. Edukasi kita kedepankan, tapi garis prinsip tetap kokoh: LGBT bukan budaya kita, bukan ajaran agama kita. Pelajar NU harus menjadi benteng terakhir moral bangsa,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, IPNU juga akan menggandeng pemerintah daerah, MUI, BNN, dan berbagai lembaga pendidikan untuk menggelar seminar, dialog terbuka, sampai pendampingan psikologis bagi siswa-siswa yang terindikasi rentan.

Tak Boleh Tutup Mata

Dede mengingatkan, era digital telah membuka lebar pintu masuk berbagai pengaruh destruktif. Jika pelajar NU dan generasi muda tidak dibekali iman yang kuat, maka dekadensi moral tinggal menunggu waktu.

“Kami tidak ingin pelajar NU hanya jadi penonton saat moral bangsa dihancurkan. Harus tampil sebagai contoh: berilmu, berakhlak, sekaligus berani menolak budaya yang merusak. Ini saatnya kita bergerak lebih masif,” tandasnya.

PW IPNU Lampung juga mengajak seluruh elemen Nahdlatul Ulama, tokoh masyarakat, serta orang tua untuk bersama-sama mengawasi dan membina generasi muda. Baginya, persoalan ini tak cukup hanya dengan seruan lisan, melainkan perlu aksi nyata dan kolaborasi semua pihak.(SOLA)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presidium Cukuh Bandakh Lima (CBL) Gelar Rakor Bulanan dan Susun Rencana Kerja 2026, Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Organisasi

27 Oktober 2025 - 14:22 WIB

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Siruaya Utamawan Pimpin Serap Aspirasi JKN di Lampung, 4 Isu Strategis Program JKN Jadi Sorotan

24 Oktober 2025 - 07:02 WIB

Universitas Malahayati Jadi Tuan Rumah PKPB Angkatan ke-20, Muhammad Kadafi Buka Langsung Kegiatan

12 Oktober 2025 - 14:58 WIB

Dewas BPJS Kesehatan: Korban Keracunan Program MBG Ditanggung Selama Kepesertaan Aktif

10 Oktober 2025 - 18:54 WIB

Besok! Warga Pesawaran Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Gaza, Serukan Penghentian Genosida

9 Oktober 2025 - 21:58 WIB

Trending di Daerah